Beranda
     Tentang Kami
     Visi Misi
     Pengakuan Iman
     Tata Ibadah
     Pengurus
     Warta
     Buku-buku Terbitan PD. Bethel
     Dukungan Pelayanan dan Ucapan Terima Kasih
     Hubungi Kami
     Buku Tamu
     Link



PERSEKUTUAN DOA BETHEL - pentakosta injili - Beranda







MENGAJARKAN FIRMAN TUHAN DENGAN KEJUJURAN & KESETIAAN


 
Firman Tuhan harus diajarkan dengan kejujuran dan kesetiaan. Jujur dalam menjelaskan arti, tujuan, dan makna dari firman Tuhan. Berikut salah satu contoh firman Tuhan yang selalu dihubungkan dengan persembahan (uang) pada acara kebaktian, walaupun tidak ada kaitannya dengan persembahan (uang).

Lukas  6:38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

Memang benar ayat ini sangat terkait dengan soal pemberian “berilah, maka kamu akan diberi”, tetapi jika kita membaca ayat sebelumnya, ayat 37, maka kita akan mengetahui bahwa ayat 38 pada pasal ini tidak terkait dengan soal pemberian persembahan (uang), tetapi soal pemberian pengampunan “janganlah ……., maka ………”.

Lukas 6:37. "Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.

Ayat yang benar terkait dengan persembahan (uang) di acara kebaktian kita bisa membacanya di dalam Lukas 21:1-4. Persembahan tidak dilihat oleh banyaknya uang yang diberikan, tetapi dari kerelaan si pemberi. 

Lukas 21:1-4 Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia
memberi seluruh nafkahnya."

Setelah kita dengan jujur mengajarkan firman Tuhan sesuai dengan maksudnya, maka langkah selanjutnya adalah dengan setia mengajarkan firman Tuhan. Maksudnya ialah bahwa firman Tuhan tidak boleh digunakan untuk mencapai tujuan lain, kecuali hanya untuk kemuliaan Tuhan saja.

Firman Tuhan digunakan untuk memberikan petunjuk bagi orang-orang untuk hidup yang benar, bertobat, berbalik dari jalan yang gelap menuju dan menjalani jalan hidup yang terang sesuai dengan kehendak Allah yang tertulis dalam Alkitab.

Contoh lain justru menyangkut dengan doktrin utama yang sangat fundamental bagi kepercayaan kristen adalah penggunaan istilah Allah Anak yang ditujukan pada Yesus, padahal di seluruh Kitab Perjanjian Baru hanya terdapat istilah Anak Allah, gelar bagi Yesus.

Pengajaran firman Tuhan perlu mendapat perhatian khusus, karena saya percaya bahwa firman Tuhan yang diajarkan dengan benar, penuh dengan kejujuran dan kesetiaan akan membawa kedamaian bagi seluruh umat manusia, terhindar dari konflik dan kontroversi.
 
"come 'n join with us"
www.pra-pdbethel.page.tl


 
HambaNya,
Puji Raharjo, Dip.Th.    
Anda Pengunjung yang ke- 1881 visits (8584 hits) di website kami, terima kasih, Tuhan Yesus Kristus, Anak Allah yang Hidup, memberkati Saudara!.